Anakku Sahabatku, Menjadi Orang tua Kekinian


My Guest Blog :

Dwi Widiyanti, S,Pd*



“Mama gak gaul ah”, kata Sari saat aku melarangnya hangout bersama teman-temannya. Padahal bukan tanpa alasan aku melarangnya. Meski sekarang malam minggu, tapi besok pagi Sari harus ikut try out yang diadakan bimbel tempatnya belajar. Dia malah marah, dan keesokan harinya mogok makan, bahkan melakukan aksi protes dengan tidak mendatangi try outnya. Sampai habis kesabaranku, tidak sekali ini saja Sari membuatku tidak habis pikir dengan kelakuannya.



Lain Sari, lain pula Indra, adiknya yang tahun ini masuk sekolah menengah pertama. Aku masih ingat betul, Indra dulu suka membantu pekerjaanku. Setiap pulang sekolah, dia selalu menemaniku di dapur sambil menceritakan apa saja. Satu semester belakangan ini, aku mulai jarang melihatnya di dapur. Bahkan suaranya juga ikut menghilang tak lagi berisik bercerita. Paling sepatah dua patah kata sapaan saja. Awalnya kupikir karena dia capek dengan aktifitasnya di sekolah. Sampai suatu ketika aku menemukan obat-obatan terlarang di saku seragamnya. Aku kaget, saat kukonfirmasi, Toni malah menyalahkanku, yang menurutnya selalu mengabaikannya (aku hanya mendengarkan saat dia bercerita, baginya itu sama dengan mengabaikan~ LOL).

Satu lagi, Shinta, sepupu Sari. Usianya hampir sepantaran dengan Sari. Sama-sama kelas tiga menengah pertama. Menurut ibunya yang juga kakakku, sejak Shinta kelas dua, dia mulai jarang berada di rumah. Pulang hanya ganti baju, mandi, makan, lalu pergi lagi. Awalnya dulu, kakakku tahu kalau Shinta keluar untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Namun belakangan,ketika Shinta jatuh sakit sampai harus opmane gara-gara kelelahan, oleh kakakku semua kegiatannya dihentikan. Tapi tetap saja Shinta selalu mencari kesempatan untuk kembali mengikuti kegiatannya dengan alasan suka.

Dari kisah di atas, manakah yang pernah kita alami? Menjadi orangtua tentulah satu hal yang didambakan setiap pasangan yang telah menikah. Hamil, melahirkan, merawat dan mengasuh buah hati, lalu bermain bersama, adalah saat-saat tak terlupakan dan membahagiakan. Tanpa disadari, masa itu menghilang dengan sendirinya bersamaan bertambahnya usia anak yang beranjak remaja dan kesibukan kita sebagai orangtua. Sehingga tak jarang pula, kita merasa tersisih dan terabaikan karena sudah tidak dibutuhkan oleh anak-anak kita secara emosional (karena kita yang tidak memahami dunia mereka lagi atau justru kita terlalu masuk ke dunia mereka).

Dari situlah awal mula muncul berbagai permasalahan antara anak dan orangtua. Antara lain seperti anak suka membantah, semaunya sendiri, mulai berani berbohong, cuek dengan sekitar, bahkan berkelahi dengan teman. Parahnya lagi, anak-anak usia pra remaja, sering mengabaikan kita sebagai orangtuanya. Mereka cenderung menganggap kita perusak suasana, penyuruh, diktator kelas tinggi atau  tukang kepo. Terkadang mereka menyalah artikan perhatian kita sebagai orangtua. Tak jarang juga, kita sebagai orangtua justru terkesan membiarkan anak hanya karena menganggap mereka sudah besar. Padahal, justru pada masa menjelang kedewasaan inilah, anak-anak membutuhkan kita agar mereka tumbuh dengan memenuhi tahap perkembangannya dan tidak terjerumus hal-hal yang tidak diinginkan.



Jadi sahabat anak? Mengapa tidak…

Tidak hanya orang dewasa yang mempunyai permasalahan, anak-anak pun dihadapkan pada tantangan sesuai tahap perkembangannya. Ditambah lagi, anak-anak hidup di jaman sekarang, era digital dan penuh persaingan. Usia pra remaja adalah masa yang rawan, di mana anak mulai dituntut menunjukkan jati dirinya, berbagai masalah pun mulai bermunculan, antara lain :

 Perubahan fisik yang membuat ‘kaget’;  Ini jelas disebabkan hormon pertumbuhan mereka. Yang mengkhawatirkan, anak-anak jaman sekarang justru mendapatkan informasi seputar pertumbuhan dan perubahan dirinya dari teman atau internet. Keberadaan kita sebagai orangtua yang dulu dipercaya sebagai sumber pengetahuan mereka pun tergeser oleh tehnologi, karena bagi mereka “mbah google” l

Entri yang Diunggulkan

Hebohnya Kostum Nasi Lemak Miss Universe Malaysia

 fashiontipss.com  Malaysia memperkenalkan kostum nasionalnya yang akan dibawa ke acara tahunan Miss Universe ke-66 di Las Vegas pada 29 Nov...